Author: fitriakurniasih

a mother of three a wife a multi-tasker overall.. i'm just an ordinary person who's trying to be better day by day

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#10

Sudah hari ke 10 tantangan 10 hari game level 10. ingin sekali saya meneruskan sampai 17 hari, tp apa daya susah sekali untuk konsisten menulis di blog, meskipun aktivitasnya dilakukan setiap hari.

hari ini saya mencoba merefresh tentang dongeng2 yg sudah pernah saya ceritakan. apakah mereka masih ingat semuanya, termasuk jg moral dari cerita tersebut. udah kayak ujian aj yaa.. hehehe

sy jg bertanya kepada mereka, cerita mana yang mereka sukai diantar cerita2 yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya. mas menyukai cerita tentang seorang anak yang ingin mengubah besi menjadi jarum, sementar kakak lebih menyukai cerita ttg ayah, anak dan keledainya.

saya senang ternyata cerita2 saya bisa menginspirasi mereka untuk memperbaiki diri dan berbuat baik setiap harinya, meski masih saja suak berantem dan cekcok mulut, tp namanya jg anak2, biarkan saja, itu menjadi proses untuk mereka mendewasakan diri..

#Tantangan10Hari

#Day10

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Advertisements

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#9

Sudah beberapa hari ini anak2 libur sekolah, karena kelas 6 sedang ujian. jadilah mereka bermalas2an dan bermain seharian. sedikit mengganggu jadwal dan peraturan yang sudah berjalan sehari2. mandi jadi siang, kadang pun minta dimandikan karena malas mandi sendiri.

akhrinya sore itu pun sy bercerita dongeng berikut, yang menceritakan ttg seorang anak yang bekerja keras, tidak mudah menyerah apalagi bermalas2an. berikut ceritanya:

Pada suatu hari, ada seorang anak kecil tinggal di desa yang ter pencil. Karena kenakalannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dn menulis yang seharusnya Ia ikuti. DIa lebih suka bermain – main menyusuri jalanan dan tepian sungai.

Suatu hari, di tepian sungai bocah kecil ini memperhatikan seorang Nenek-Nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang-ulang. Ia menggosok-gosokan sesuatu pada sebuah batu. Sampai beberapa hari berikutnya, si bocah kecil ini masih memperhatikan hal yang sama yang dilakukan oleh Nenek – Nenek itu.

Melihat Nenek-Nenek itu sibocah kecil pun telah membuat si bocah kecil menjadi penasaran. Dan Ia pun memberanikan diri mendekati si Nenek.
“Nek, Sudah beberapa hari ini Saya perhatikan dan saya lihat Nenek melakukan hal yang sama terus-menerus.. Sebenarnya Nenek sedang melakukan apa?”
“Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak…” Jawab si Nenek

Si bocah kecil pun semakin penasaran. “Untuk apa Nenek menggosok besi batangan itu , Nek?”
“Nenek menggosok besi batangan ini untuk di buat sebuah jarum , Nak !” Tandas si Nenek
Si bocah kecil ini tampak tidak percaya. “Wah … mana mungkin Nek, besi batangan di gosok menjadi jarum?”
Si Nenek pun menghentikan kegiatannya yang sedang menggosok besi batangan dan memandang si bocah kecil itu dan berkata “Selama kita memiliki kemauan dan kesabaran, besi batangan ini bisa di gosok terus menerus, pasti bisa menjadi Jarum…!”

Si bocah kecil pun merasa kagum mendengar jawaban si Nenek. Dan peristiwa itu membuatnya menjadi pelajar yang rajin, disiplin, dan teguh. Setelah dewasa, si bocah tadi menjadi seorang sastrawan terkenal, Ia selalu teringat pesan dari Nenek tua itu.

Selama kita memiliki keteguhan hati, besi batangan pun bisa di gosok menjadi jarum.

 

moral dari cerita tersebut adalah, kita harus mau bekerja keras dan pantang menyerah serta tidak boleh bermalas2an. karena dengan kemauan yang keras dan kesabaran maka suati hari akan membuahkan hasil yang memuaskan. tidak ada yang tidak mungkin ketika kita mau berusaha.

#Tantangan10Hari

#Day9

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#8

Tak terasa sudah hari ke delapan tantangan 10 hari game level 10. saya tidak bisa posting blog setiap hari karena sedang banyak sekali pekerjaan di kampus. namun saya usahakan untuk konsisten mendongeng untuk anak2, meski posting di blognya tertunda

hari ini saya bercerita tentang rasa iri dan dengki yang biasa dimiliki oleh manusia. dongeng sempat berhenti di tengah2 karena mas A dan kakak B saling menyalahkan siapa yang sering jail dan membuat marah, sehingga timbul rasa dendam untuk membalas.. biasa ya anak2, selalu ada saja alasan untuk bertengkar..

saya ceritakan kepadan mereka ttg rasa iri dan dengki tersebut, berikut kisahnya:

Suatu ketika, nabi besar Muhammad sedang duduk-duduk bersama dengan para sahabat-sahabatnya. Beliau berkata kepada para sahabat, ” Sebentar lagi, salah satu ahli syurga akan muncul di hadapan kalian. ” . Dan para sahabat-sahabat nabi pun terdiam dan memandang. Mereka bertanya-tanya, siapa yang kira-kira yang di maksud Nab dengan calon penghuni syurga?

Tak begitu lama kemudian, datanglah seorang laki – laki dengan berpenampilan sederhana muncul dihadapan mereka. tampak pada seorang laki-laki tersebut menetes sisa-sisa dari air wudhu dari janggutnya dan tampak lai-laki itu sedang menenteng sandal dengan tangan kirinya.

Dan pada hari berikutnya, Nab Muhammad SAW mengulang kembali lagi perkataannya kepada para sahabatnya tentang calon penghuni syurga. Dan laki-laki berjanggut kemarin pun tiba-tiba muncul dan melintas.

Dihari ketiga Nabi Muhammad SAW mengulang lagi perkataan yang sama kepada para sahabat, dan kejadian itu pun kembali terulang, lelaki itu pun tiba-tiba muncul kembali.

Mendengar ucaapan dari Nabi Muhammad SAW itu, ahirnya salah satu seorang sahabat Nabi bernama Abdullah Bin Amr merasa penasaran dan bertanya di dalam hatinya “apakah sebenarnya yang dilakukan oleh seorang laki-laki itu, sehinga ia bisa masuk syurga?” dan sahabt Nabi yang bernama Abdullah pun mengikuti laki-laki yang dimaksud oleh Nabi tersebut.

Abdullah pun menyapa kepada laki-laki itu “wahai sahabat ku, apa bolehkah aku menginap selama tiga hari di rumah mu ?” Ia pun menjawab “Silahkan, dengan senang hati”.

Pada akhirnya Abdullah pun menginap dirumah laki-laki itu hingga tiga malam berlalu. Abdullah tidak melihat laki-laki itu tidak melakukan amal-amal penghuni syurga. Dan terlihat ibadah laki-laki itu pun biasa-biasa saja. Lalu apakah yang membuat lai-laki itu bisa masuk syurga?

Abdullah pun memberanikan diri bertanya kepada laki-laki itu “Sudah tiga hari aku disini, aku tidak melihat mu mengerjakan ibadah-ibadah yang luar biasa. Tapi mengapa Nabi Muhammad berulang kali menyebut mu sebagai salah satu calon dari penghuni syurga?”

Laki-laki itu pun menjawab “Aku tidak melakukan amalan-amalan yang istimewa, akan tetapi sebelum tidur Aku berusaha mengingat kesalahan – kesalahan saudara ku seiman. Dan Aku berusaha mema’afkan kesalahan-kesalahan mereka sebelum Aku tidur, Aku hilangkan rasa iri dan dengki terhadap karunia Allah SWT yang di berikan kepada saudara ku”.

 

sekali lagi saya menegaskan kepada anak2 untuk selalu bidup rukun dan saling menyayangi, karena kita harus bisa memaafkan kesalahan orang2 di sekitar kita, baik teman maupun saudara. jangalah memelihara rasa dendam di dalam hati, karena sesungguhnya rasa iri, dengki dan dendam merupakan sifat syaiton, dan sangat tidak terpuji..

#Tantangan10Hari

#Day8

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#7

Nah untuk dongeng hari ini saya ingin mengajarkan anak2 tentang bersedekah. saya ceritakan dongeng berikut kepada anak2:

Pada suatu hari, ada seorang musafir yang sedang berjalan di padang pasir, tiba-tiba saja seorang musafir itu mendengar suara dari langit, “Siramilah kebun milik siFulan.”

Dan setelah si musafir mendengar suara itu tiba-tiba hujan turun sangat derasnya, menyirami kebun milik si Fulan. Si Musafir pun terlihat keheranan, dan dari rasa penasarannya si musafir pun mencari pemilik kebun tersebut.

Setelah si musafir bertemu dengan si pemilik kebun dia pun bertanya kepada si pemilik kebun
“Siapa namamu?” tanya si musafir
“Fulan, Mengapa bertanya tentang namaku?” jawab si pemilik kebun

“Saat aku sedang berjalan dipadang pasir tiba-tiba aku mendengar suara di langit, yang memerintahkan hujan untuk menyirami kebun milikmu. Dan tidak lama setelah suara itu hujan pun turun. Aku sangat keheranan dan penasaran, sebenarnya amalan apa yang engkau perbuat?” Tanya si musafir.

“Mungkin karena aku sering sedekahkan sepertiga tanaman yang tumbuh dari kebunku, sepertiganya aku buat makan bersama keluargaku, dan sepertiganya lagi aku biarkan.” Jawab si Pemilik kebun.

 

cerita tersebut sungguh menarik, berhubungan dengan cerita yang pernah saya ceritakan sebelumnya, bahwa ketika kita berbuat kebaikan maka kebaikan itu akan datang kembali kepada kita.

sama halnya dengan bersedekah, akan kembali kepada kita berlipat2  ganda dari apa yang sudah pernah kita berikan kepada orang lain. sy ajarkan kepada anak2, jangan takut akan kehabisan harta bila kita bersedekah di jalan Allah, karena Allah berjanji akan menggantinya 10 kali lipat, dalam bentuk dan waktu yang tidak kita sangka2..

 

#Tantangan10Hari

#Day7

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#6

di hari ke enam ini saya memilih cerita tentang anak, ayah dan seekor keledai untuk di dongengkan ke anak2.. hari ini waktu mendongengnya di malam hari, karena sy sendiri cukup lelah beraktivitas seharian..

Cerita tentang seorang anak, ayah dan seekor keledai ini sangat menarik. berikut kisahnya:

Pada suatu hari ada seorang Ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah bernama juha itu ingin memberikan pelajaran kehidupan yang berharga kepada Anaknya didalam perjalanannya.

Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika baru berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian wanita yang menyoraki juha, “Kok, kamu yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?”

Mendengar itu,Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang tua sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata “Mengapa kamu berjalan kaki, kamu kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?”

“Apakah kamu mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama.” kata Juha kepada anaknya.
Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki Juha dan anaknya “Kasihanilah binatang yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini.”

“Kau dengar tadi?” kata Juha kepada anaknya sambil turun dan menurunkan anaknya dari atas keledai. “Kalau begitu, mari kita berjalan bersama-sama dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita.” Kata Juha lagi.

Akhirnya Sang ayah dan anaknya melanjutkan perjalanan, sementara keledai berjalan di depan mereka berdua. Lalu mereka melintasi segerombolan pemuda berandalan yang mabuk, melihat Juha dan anaknya yang sedang berjalan kaki, gerombolan itu pun meneriaki mereka berdua “Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian dapat membuatnya terhindar dari kendala – kendala di jalan.”

Juha terpengaruh ucapan pemuda berandalan itu. Ia dan anaknya kemudian memikul keledai itu dengan menggunakan batang kayu yang merreka temukan di jalan. Baru saja Juha dan anaknya berlalu melanjutkan perjalanan, orang – orang dibelakang mereka menertawakan pemandangan aneh itu.

Juha berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, “Wahai anakku, jika mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis – habisnya.”
Dan mereka berdua pun tertawa.

 

dari dongeng tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, sebagai manusia kita tidak akan pernah puas terhadap sesuatu hal. kita jg tidak bisa menyenangkan semua orang, lebih baik lakukan terus apa yang sedang dikerjakan bila itu memang baik. jangan terlalu mendengarkan perkataan orang lain yang senangnya hanya mencari kesalahan semata.

anak2 mengerti akan hal ini.. terus lakukan apapun yg mereka anggap benar, meski banyak yang membicarakan di belakang. mas A yang kebetulan jg adalah tim afeksi disekolahnya jg menambahkan cerita, bahwasanya di sekolahan dia tetap menertibkan teman2nya yang melakukan kesalahan, meski ada bbrp teman2 yang meledeknya.

keep up the good work Mas!

#Tantangan10Hari

#Day6

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#5

hari ini anak2 mulai terbiasa di dongengi, mereka pun “menagih” saya untuk mendongeng.. setelah browsing dan baca2 akhirnya saya putuskan untuk menceritakan kepada mereka kisah 3 orang Bani Israil. berikut ceritanya:

Awal cerita, ada tiga orang dari bani israil, yaitu siBelang, si Botak dan si Buta. Pada suatu waktu Allah ingin menguji mereka bertiga. Allah pun mengutus Malaikat kepada si Belang. Sang Malaikat bertanya “Apa yang paling engkau inginkan dalam hidupmu?”
“Disembuhkan penyakitku dan mempunyai kulit yang indah, agar orang tidak lagi jijik melihatku” kata si Belang berharap.
Sang Malaikat pun lalu mengusap sibelang dan tiba-tiba cacat nya pun hilang. Kulitnya bersih dan bercahaya.
Sang malaikat kembali bertanya “Binatang apa yang paling menyenangkan hatimu?”
“Unta” Jawab si Belang
Lalu sang Malaikat pun memberikannya unta hamil dan berkata “Semoga Allah memberkati atas apa yang engkau miliki”.

Setelah itu sang Malaikat mendatangi si Botak dan bertanya “Apa yang paling engkau inginkan?”
“Rambut yang indah” kata si Botak
Malaikat pun kemudian mengusap kepala si Botak dan tiba-tiba tumbuhlah rambut indah dikepalanya.
“Binatang apakah yang menarik hatimu?” Tanya sang Malaikat kembali
“Sapi” Jawab si Botak
Sang Malaikat pun memberikan nya seekor sapi hamil dan berkata “Semoga Allah memberkahi hartamu.”

Terakhir Sang Malaikat mendatangi si Buta, Malaikatpun bertanya “Apa yang paling engkau inginkan?”
“Kembali melihat, hingga bisa melihat orang-orang” Jawabnya
Malaikat pun mengusap matanya dan tiba-tiba ia bisa melihat kembali
“Binatang apa yang menarik hatimu?”
“Kambing” jawab si Buta

Malaikat lalu memberikannya kambing yang sedang hamil dan mengucapkan salam perpisahan kepada si Buta.

Setelah sekian lama, binatang yang dimiliki ketiga hamba Allah itu beranak pinak dengan cepat dan sehat. Seiring berjalannya waktu tanpa terasa jumlah hewan peliharaan mereka sudah banyak hingga memenuhi lembah tempat mereka masing-masing tinggal.

Dan Malaikat pun datang kembali untuk menguji mereka bertiga, namun sang Malaikat datang dalam bentuk yang berbeda dan ditugaskan Allah kembali untuk mendatangi ketiga orang bani israil yaitu si Belang, si Botak Dan si Buta.

Malaikat pun mendatangi si Belang dan berkata “Aku orang yang malang, Aku kehabisan bekal dalam perjalananku ini. Tidak ada yang bisa menyampaikan kepada tujuanku selain Allah dan engkau. Tolonglah aku.”

“Urusanku sangat banyak. Aku tidak bisa memberimu apa-apa” kata sibelang
“Sepertinya Aku pernah mengenalmu. Bukankah engkau dulu berpenyakit belang dan orang-orang jijik kepadamu? Bukankah engkau dulu orang miskin lalu Allah memberimu rezeki?”

“Kau keliru! aku mewarisi harta ini dari nenek moyangku.” balas si Belang
“Jika engkau berdusta, Allah akan membuatmu seperti dahulu” Kata Malaikat sambil meninggalkan si Belang

Kemudian, Malaikat mendatangi si Botak dan meminta bantuan seperti yang dilakukan kepada si Belang. Tak berbeda, si Botak pun memberikan jawaban serupa. Malaikat hanya berkata “Jika engkau berdusta, Allah akan membuatmu seperti dahulu.”

Setelah itu Malaikat mendatangi si Buta. Malaikat pun menyampaikan permintaan yang serupa. Dengan tulus si Buta Menjawab “Sesungguhnya dahulu aku adalah orang yang buta. Lalu Allah mengembalikan pengelihatanku. Ambilah apa yang engkau sukai dn tinggalkan apa yang engkau tidak sukai, karena semua ini adalah titipan Allah”

Malaikat yang menyamar pun tersenyum dan berkata “Aku Malaikat yang ingin mengujimu. Allah senang kepadamu dan sangat marah kepada dua temanmu.”

 

Moral dari dongeng tersebut adalah bahwa segala sesuatu yang kita miliki merupakan titipan Allah yang kelak akan kembali kepadaNya di suatu hari. Jadi kita tidak boleh terlalu sayang, bahkan sombong terhadap apa2 yang kita miliki saat ini, karena sesungguhnya itu semua hanyalah titipan semata.

#Tantangan10Hari

#Day5

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Game Level 10: Grab Your Imagination, Day#4

di hari keempat ini saya mendapatkan sebuah dongeng yg sangat inspiratif untuk saya, dan ingin saya share dengan anak2. dongen ini bercerita tentang seorang syekh bernama Syekh Al-Bazzaz yang selalu berbuat baik, tanpa berharap imbalan apapun..

berikut ceritanya:

Kisah Cerita Syekh Al-Bazzaz Yang Selamat Dari Badai

Pada suatu ketika ada seorang syekh yang bernama Syekh Al-Bazzaz sedang melaksanakan ibadah haji. Saat ia berada di Masjidil Haram di Makkah, tiba-tiba ia merasa sangat lapar sekali, tapi ia tidak mempunyai makanan untuk mengganjal perutnya.

Ia pun terus mencari sesuatu yang bisa dimakan olehnya. namun ia tidak mendapatkan apa – apa. Dalam pencariannya ia menemukan sebuah kantung berbahan sutra, ia pun membawa kantong sutra itu ke rumah tinggalnya di Makkah. Sesampainya dirumah, ia pun membuka kantong dari kain sutra itu, alangkah terkejutnya ia ketika melihat sebuah permata cantik yang ada didalam kantung itu. Ia pun buru – buru mengikatnya kembali dan meneruskan mencari makan.

Saat ia sedang mencari makanan, tiba – tiba ia mendengar seorang tua berteriak – teriak dari kejauhan. “Barang siapa yang menemukan kantong sutra, akan diberi hadiah lima ratus dirham emas.”

“Sekarang aku sangat lapar, apakah aku harus mencuri kalung permata ini dan menggembalikan kantung nya saja? Tidak, aku harus mengembalikankepada orang tua itu.” ujar syekh Al-bazzaz didalam hati.

“Wahai bapak, kemarilah…! Ayo kerumahku,” ajak syekh kepada orang tua itu.
“Aku kehilangan sebuah kantung sutra” orang tua itu menyebutkan ciri-ciri kantung sutra yang hilang.
“Bapak, inilah kantung sutra yang seperti ciri – ciri yang bapak sebutkan” kata syekh Al-Bazzaz

“Inilah uang lima ratus dirham emas sebagai hadiah dariku untukmu”
“Bapak, aku tidak akan menerimanya, dan tidak akan meminta balasan darimu sedikit pun.” jawab Syekh Al-Bazzaz
“Sudahlah tidak apa – apa, ambilah ini sebagai hadiah” orang tua itu sedikit memaksa
“Demi Allah, aku tidak akan menerimanya. Aku hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT saja,” Jawab Syekh Al-Bazzaz

Dan kemudian orang tua itu pun pergi, setelah orang tua itu pergi Syekh Al-Bazzaz tidak merasa ada penyesalan karena dia tidak mengambil hadiah yang ditawarkan oleh orang tua itu.

Setelah musim haji selesai, Ia pun hendak pulang kampung dengan menaiki perahu. Dalam perjalanan pulang, perahu yang ditumpanginya diterjang badai ombak yang bergulung sangat besar dan angin yang meniup sangat kencang sekali. Perahu yang ia tumpangi pun pecah terbelah dihantam badai dan kemudian tenggelam.

Semua penumpang perahu itu terlempar ke laut beserta semua barang yang diangkut dalam perahu. Namun, Syekh Al-Bazzaz selamat, dengan berpegangan pada pecahan kayu sisa perahu. Ia pun terapung – apung selama beberapa hari di lautan, hingga akhirnya ia terdampar di sebuah pulau.

Didalam pulau itu terdapat warga tidak bisa membaca dan menulis. Ia pun berhenti dan masuk disebuah Masjid, lalu ia mengambil sebuah Al-Qur’an dan membacanya. Karena mendengar suara Syekh Al-Bazzaz, Orang – orang dipulau itupun melihatnya dan berkumpul disekeliling Syekh Al-Bazzaz.

“Tuan, maukah yuan mengajarkan kami membaca Al-Qur’an” kata mereka satu persatu.
Syekh Al-Bazzaz pun akhirnyamengajarkan mereka satu persatu sampai pintar membaca Al-Qur’an.

“Di pulau ini ada seorang gadis yatim, dia mempunyai kalung permata, dan kami ingin menikahkan mu dengannya” ujar seorang Bapak kepada Syekh Al-Bazzaz
“Tidak, aku harus melanjutkan perjalanan lagi ke kampungku,” Balas Syekh AL-Bazzaz
“Engkau harus menikah dengan nya, agar bisa tinggal di kampung ini dan mengajar kami.” Kata sibapak itu sedikit memaksa

kisah inspiratif dan cerpen motivasi
Kisah Syekh

Akhirnya Syekh Al-Bazzaz pun menerima tawaran itu. Di hari pernikahannya ketika gadis itu berada dihadapannya, tampak olehnya kalung permata melingkardi leher sang gadis. Ia terus memandang dan memandang kalung permata itu.

“Wahai syekh, engkau telah mengecewakan hati gadis ini, engkau hanya melihat kalungnya saja” ujar seorang kerabat
“Aku dan kalung ini punya cerita sendiri.” Syekh Al-Bazzaz pun menceritakan kisah yang terjadi dahulu dengan kalung itu.

Setelah mendengarkan cerita Syekh Al-Bazzaz, orang- orang disekelilingnya mengucapkan takbir.
“Ada apa dengan kalian, tiba-tiba bertakbir dan bertahlil?” Tanya Syekh Al-Bazzaz
“Orang tua yang dahulu kehilangan kalung itu adalah ayah si gadis yatim ini. Selama perjalanan pulang dari ibadah Haji, Ia tidak henti – hentinya berdo’a, “Ya Allah, aku tidak pernah bertemu dengan seorang muslim sebaik laki-laki yang telah menemukan kalung permataku. Ya Allah pertemukan aku dengannya Sekali lagi, agar bisa ku nikahkan putriku dengannya,” Dan sekarang doa itu dikabulkan.”

 

ketika cerita sudah selesai, anak sulung sy mencoba menyimpulkan bahwa ketika kita berbuat baik hendaklah didasari dengan keikhlasan, tidak mengharap imbalan dari siapapun, kecuali ridho Allah SWT semata.. dia dan adiknya akhirnya pun mengerti, ketika kita berbuat kebaikan atau membantu orang lain maka akan kebaikan atau bantuan tersebut akan kembali ke kita di kemudian hari..

#Tantangan10Hari

#Day4

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination