Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang #Day1

Bismillahirrohmanirrohiim..

Bergabung di IIP JatimSel buat sy membawa banyak efek positif, sy belajar banyak hal bersama ibu2 lain di grup tsb.. setelah lulus dari kelas Matrikulasi beberapa waktu lalu (Alhamdulillah..) sekarang sy tergabung di kelas lanjutan dari matrikulasi yaitu kelas Bunda Sayang..

Game 1 adalah Tantangan 10 hari Komunikasi Produktif, baik antara sy dan suami maupun sy dan anak2.. sebenarnya ini adalah kelas Bunda Sayang batch kedua yang saya ikuti, waktu ikut di batch pertama saya menyerah karena gak bisa ngikutin game2nya dikarenakan lg ada kesibukan keluarga.. semoga di batch ini bisa konsisten sampe akhir.. aamiin..

sebelumnya sy perkenalkan dulu anggota keluarga sy.. Suami bernama Ratri Ardianto, anak sy yg pertama bernama Abimanyu Antares Ardianto panggilannya Bima (8thn 2 bln), anak kedua bernama Bimasena Aldebaran Ardianto panggilannya Sena (6thn 6bln), anak ketiga Cakrayudha Altair Ardianto panggilannya Yudha (20 bulan).

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA PASANGAN

komunikasi produktif sy dan suami sebenarnya berlangsung kemarin sore, ketika beliau mendapat telpon dari teman kerjanya dulu ketika di Karawang, yg mengabarkan bahwa ada lowongan pekerjaan di kantornya yg lama.

percakapan kami berlanjut dengan suami yang meminta pertimbangan, bagaimana seandainya beliau kembali kerja di tempat yang lama di Karawang.

ketika memulai diskusi tersebut, sy mencoba untuk menerapkan kaidah 7-38-55, dimana intonasi dan bahasa tubuh saya sangat menentukan terhadap keberlangsungan percapakapan kami. jujur sebenarnya sy tidak terlalu sreg bila suami kembali kerja di Karawang, karena berarti kami akan LDM (long-distance marriage), maka sy coba untuk mengemukakan pendapat sy kpd beliau dengan intonasi dan bahasa tubuh yang tenang dan welcoming, paling tidak meskipun sy kurang sreg ttg hal tsb, suami tidak akan tersinggung, marah atau merasa di hakimi.

Alhamdulillah komunikasi berjalan smooth dan suami bisa menerima alasan2 dan pertimbangan2 saya.

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA PASANGAN

Sore itu Bima dan Sena sedang asyik bermain lego, mainan favorit mereka. waktu sudah menunjukkan waktu Ashar, adzan pun sudah terdengar. sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami kalau sudah dengar adzan ashar berarti harus bergegas mandi sore, sholat baru melanjutkan lagi aktivitas.

tapi sy sudah hapal dengan kebiasaan anak2 yg kalau ditengah2 bermain kemudian disuruh mandi, pasti pada marah, dan ujung2nya sy dan anak2 akan adu mulut plus teriak2 karena gak sepaham.. akhirnya sy coba untuk menerapkan pola KISS dan mengendalikan intonasi.

Bunda (B): “Mas, Kakak, sudah masuk waktu ashar, mainnya dilanjutkan 10 menit lagi terus mandi ya”

Mas (M): (Lihat ke arah jam sebentar) “iya bun, 10 menit lg kita mandi”

dan benar saja 10 menit kemudian mereka menepati janji dan dengan sukarela dan tanpa paksaan (cieeh..) mereka pergi ambil anduk dan masuk kamar mandi. Done! No drama sore ini..

“ketenangan” itu saya lanjutkan hingga sisa hari itu, bertanya kepada Mas Bima mau berbuka puasa pakai apa, dst.. dan reaksi yg saya dapatkan sunggh di luar ekspektasi, anak2 yg biasanya mudah marah, berteriak2 bila punya keinginan, jadi lebih mudah diajak kompromi dan berdiskusi.. alhamdulillah ketika buka puasa suasananya damai, kita semua kumpul di meja makan sambil bercerita ttg hari ini..

#level1
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s